kisah menarik Sejarah Islam di kota Palu

Dalam sejarahnya penyebaran agama Islam di kota Palu terbagi menjadi 3 tahapan:
1. Tahapan metologis
2. Tahapan ideologis
3. Tahapan ilmu pengetaahuan

Anda penasaran? simak selengkapnya...!


1. Tahap metologis

             Agama islam di Sulawesi Tengah pertama kali di bawa oleh  seorang ulama bernama Datuk Qaramah atau Abdullah Raqiy. Dimana pada abad ke XVII sekelompok rombongan yang berjumlah 70 orang di pimpin oleh Datuk Qaramah di ikuti oleh istrinya yang bernama Ince Jille ketanah kaili tepatnya di Karampe. Rombongan tersebut datang dengan membawa alat-alat kebesaran dari minang kabau berupa puade, bendera kuning, panji orang orangan, jijiri, bulo gong, dan kakula(kulintang). 

            Datuk Qaramah adalah orang yang keramat. Ketika rombongan tersebut sampai di teluk palu, saat itu terjadi arus yang sangat deras sehingga perahu yang di naiki terdampar di pantai. Namun perahu tersebut berubah menjadi tikar yang membentang dan layarnya berubah menjadi suatu perkemahan. Pantai tempat terdampar perahu Datuk Qaramah itu saat ini di sebut karampe yang artinya perahu terdampar dan tempat itu saat ini didirikan rumah sakit Undata (Undata lama).

            Ketika sampai di palu, Datuk Qaramah beserta rombongan di iringi dengan bunyi-bunyian (kakula, gong, dan alat tradisional di lembah kaili), belau menetap di di Palu dan anak beliau yaitu Intje Dingko dan Sahari Banong akhirnya menikah dengan keturunan raja-raja. Di riwayatkan pula, orang yan pertama kali memeluk islam adalah Pue Bongo seorang emimpin di daerah Kabonena.

                                                                                                 (referensi buku sejarah islam di lembah Palu oleh Haliadi-Sadi-Syamsuri)

Untuk tahapan selanjutnya silahkan buka blog selanjutnya...!!!

Komentar