Episode 1 mimpi
Gelap sunyi kurasakan, hanya suara jam berdetak. Pikiranku tenggelam pada pikiran tak karuan. Beberapa hari ini, dina sering melamun memikirkan kata-kata ayahnya. Seminggu yang lalu ayahnya menelepon, mengabarkan ada lelaki yang melamar dirinya. Dina terdiam, entah perasaan apa yang ia alami. Senang atau sedih, bercampur menjadi satu yang kini terbersit di fikirannya. Din, din, kok diam saja? Ujar santi sahabatnya. Eh, ia san. Kamu kenapa din? Nggak kenapa-kenapa kok. Alaaaahhh kentara betul kamu ini, Jelas- jelas kamu tadi melamun. Kamu lagi mikir tentang perjodohan itu? Cerocos santi Hmmm ia san, saya bingung harus bagaimana. Santi memandang wajah dini, ia tatap wajah dini agak lama seakan memahami perasaan sahabatnya. Dini berujar, ehhh kenapa kamu ini lihat-lihat saya begitu. Sudah ah, saya mau tidur. Bye-bye... Yeee kamu itu yaaa, kebiasaan. Pas saya lagi serius kamu malah tidur.😎 Sayangku dinda, maukah kamu menjadi ibu dari anak-anakku? Sambil bersimpuh memegang tangan d...