Jangan katakan cinta
Ketika malam mulai datang, ku duduk menatap langit yang cerah. Tak ada tanda-tanda hujan, langit begitu cerah secerah hati Adila saat itu. Ia tak tau apa yang sedang ia rasakan, sejuknya bagai embun di pagi hari. Lamunannya buyar saat seseorang memegang pundak Adila.
"Adila, kok ngelamun?"
"Eh Ibu, nggak ngelamun kok." Ungkapnya sambil tersenyum.
"Ya udah, siap-siap yuk buka puasa sudah magrib." Kata Ibu Adila.
"Ia ibu."
Setelah berbuka puasa, sudah menjadi rutinitas keluarga Adila untuk Sholat magrib dan mengaji sambil menunggu sholat tarawih.
Malam itu, setelah sholat tarawih imam di masjid Darul hikmah memberi pengumuman.
" Bapak dan Ibu sekalian, besok malam adalah malam ke 17 Ramadhan yang bertepatan dengan malam Nuzulul qur'an, jadi seperti kebiasaan besok kita akan adakan acara memperingati malam Nuzulul qur'an dengan penceramah dari kabupaten" ungkapnya.
Keesokan harinya keluarga Adela sibuk mempersiapkan suguhan buka puasa untuk acara Nuzulul qur'an. Adela melihat ibunya begitu bersemangat, dengan agak ragu ia pun bertanya:
" bu, kenapa sih ibu gembira banget, seperti ada spesial."
Ibu Adela tersenyum, sambil menatap anaknya yang terakhir. Adela merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, dua kakaknya sedang kuliah di kota dan belum pulang karena belum libur. "Tahukah kamu Adela, ibu senang karena malam ini adalah malam Nuzulul qur'an " kata ibu Adela
"Iya ibu, Adela tau nanti malam itu malam Nuzulul qur'an, kan Adela denger pengumuman tadi malam, memangnya apa istimewanya sih?"
"Nanti malam kamu bakalan tahu," kata ibu sambil tersenyum. Adela makin bingung dengan sikap ibunya, ia hanya bisa menunggu, untuk mengetahui teka-teki Ibunya.
Menjelang magrib pintu rumah Adela ada yang mengetuk, "tok tok tok Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam," jawab Adela. Ia pun segera membuka pintu.
Ia mengira yang datang adalah ayahnya, seorang pekerja kantoran yang biasanya pulang sore menjelang magrib. Namun, setelah membuka pintu ia menemukan kejanggalan. Yang ia dapati bukanlah ayah, tapi seorang pria setinggi 165 cm, berparas tampan tersenyum kepadanya. Dengan wajah gugup ia pun tersenyum kecut dan menutup pintu.
Komentar
Posting Komentar